Pemecahan Rekor Muri : Rayakan Ulang Tahun, SMA Batik 1 Solo Bentangkan 4 KM Kain Batik

Bentangan Batik - Para partisipan membentangkan kain batik di sepanjang jalan Slamet Riyadi, Minggu (29/9). Aksi pembentangan kain batik ini dilakukan dalam rangka ulang tahun SMA Batik 1 Surakarta sekaligus sebagai upaya pemecahan rekor MURI. (JOGLODAILY / Shiva Vinneza)
Solo (JOGLODAILY) - SMA Batik 1 Surakarta mengadakan aksi bentang kain batik sepanjang 4 km di jalan Slamet Riyadi mulai dari pertigaan tugu Purwosari hingga bundaran Gladag pada kesempatan Solo Car Free Day, Minggu (29/9) pagi. Acara tersebut turut dihadiri oleh tim penghitung panjang kain dari Museum Rekor Indonesia (MURI).


Yuda, salah satu panitia penyelenggara acara tersebut menjelaskan bahwa acara ini digelar sebagai bagian dari ulang tahun SMA Batik 1."Ini adalah pertama kalinya acara seperti ini digelar. Ini pun diselenggarakan dalam rangka ulang tahun SMA Batik 1 yang ke-56,” jelasnya. Muhammad Setyo Nugroho selaku ketua panitia acara juga mengatakan bahwa acara ini juga digelar untuk memperingati hari batik yang jatuh pada tanggal 2 Oktober mendatang.


Acara ini bertujuan untuk memecahkan rekor MURI dalam hal pengukuran panjang bentangan kain batik. Kain batik jenis jarik dipilih karena representatif terhadap budaya Jawa khususnya Surakarta. Persiapan acara pembentangan batik ini sendiri sudah disiapkan sejak tanggal 15 September lalu dengan mempersiapkan kain batik sebanyak 2000 helai yang dirangkai menjadi satu serta pencarian partisipan untuk membentangkan kain batik tersebut.


Meskipun acara pembentangan batik digelar sebagai perayaan ulang tahun SMA Batik 1 yang ke-56, partisipan yang ikut dalam pembentangan batik tidak terbatas pada siswa SMA Batik 1 saja, tetapi masyarakat Solo juga dapat berpartisipasi. Vernica, salah satu partisipan, mengakui bahwa ia ikut bangga dengan adanya acara ini. " Saya bangga dengan adanya acara pembentangan batik ini karena ada banyak keuntungan yang bisa diperoleh, yaitu memecahkan rekor MURI dan tentunya membuat kota Solo sebagai kota batik semakin dikenal lebih luas,” tuturnya. (Shiva Vinneza)

Editor : Putri Permata Sari

0 comments: